DOLAR; BUKAN MATA UANG KAMPUNGAN !
Presiden memberikan motivasi kepada kita orang kampung jangan resah terhadap nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar. Pidato yang disampaikan pada peluncuran program Koperasi Desa di Nganjuk, 16 Mei 2026 sontak disambut gemuruh tepuk tangan.
Rakyat desa di perkampungan terhibur dan lupa lilitan ekonomi yang sulit, padahal dolar merupakan mata uang global yang digunakan untuk membeli tepung, karena pasokan gandum kita tidak tersedia, bawang yang didatangkan dari luar karena lahan kita sempit untuk tanaman.
Ruang desa sangat sederhana terhibur, kita di kampung tidak akan plesiran ke luar negeri dari jual tanaman atau hasil tangkapan ikan yang kita di pasar, memang tidak akan. Tapi segala operasional usaha kecil yang ada di pedesaan bahkan kepulan asap dapur masih tergantung dengan impor yang alat transaksinya adalah dolar.
Jika dolar tidak menyentuh tangan petani dan nelayan didesa, namun dolar menjadi darah daging bagi rakyat kampung karena semua kebijakan global objeknya berada di rakyat desa. Sekali lagi kita sangat termotivasi dari Pidato Presiden, setidaknya tidak memikirkan nilai rupiah yang melemah karena tekanan dolar, yang hanya kita fikirkan adalah bagaimana belanja cukup dengan uang seadanya.







